Avail : Profil Sukses #1
AVAIL. Sukses menjadi pengusaha batik di Solo, tak membuat Harsinto Sunandar puas. kepuasannya justru ia rasakan ketika ia bisa membantu orang lain menjadi sukses. Lewat bisnis MLM Avail ia justru menikmati hidup yang sesungguhnya. Pasalnya, selain meraih pendapatan lebih, ia pun dapat membantu banyak orang
SEBELUM menekuni bisnis network marketing, Harsinto panggilan akrab pria 52 tahun ini, memang telah sukses sebagai pengusaha batik. Kesuksesannya tersebut tak terlepas dari pengaruh bisnis keluarganya yang memilih berbisnis di bidang busana khas jawa itu. Meski ia telah sukses menjadi pengusaha batik, namun tak mengurungkan niatnya untuk menjalankan bisnis network marketing Ada beberapa perusahaan MLM pernah ia geluti, walaupun diakuinya hanya sebagai pengguna produk saja, namun ia akui berbeda ketika bertemu dengan Avail. Pasalnya, selain manfaat produk pembalut Avail begitu banyak, repeat ordernya pun begitu hebat. Dari sanalah pria kelahiran Solo 1958 ini mulai menekuni Avail sebagai usaha yang ia jalani serius.
Pria yang juga mantan guru dan dosen selama 13 tahun ini mengakui pernah menolak untuk menjalankan bisnis Avail, waktu pertama kali mengenalnya. Namun ketika Harsinto mencoba untuk memberikan produk Avail kepada Yohana istrinya, produk tersebut nyaman dikenakan sang istri, dari sanalah ia merasa produk tersebut cocok dan baik untuk kesehatan. Karena itulah ia tertarik dengan Avail dan sekaligus ingin menjalankan bisnisnya. Meski produk tersebut notabenenya adalah untuk kebutuhan wanita, namun ia tidak melihat hal tersebut jadi penghalang untuk menjalani peluang bisnisnva.
Keseriusan Harsinto menjalankan bisnis Avail sungguh tak main-main. Pasalnya, baru saja bergabung Agustus 2008, ia telah memiliki Center Avail, Solo, Jawa Tengah pada Maret 2009. Hal tersebut ia katakan, karena pangsa pasar Avail yang baik dan kebetulan di Solo memang belum ada, karena itulah ia ingin membuka center di daerah tempat tinggalnya tersebut. Bahkan sebenarnya menurut Harsinto, keinginannva untuk menjadi Center Solo
sejak bulan pertama ia bergabung bersama Avail, tetapi akibat terbenturnya persyaratan dan ketentuan manajemen Avail untuk membuka sebuali center, akhirnya tertunda dalam beberapa bulan, karena itu ia harus mengejar dan memenuhi persyaratan itu.
Meski saat itu di Solo ada produk sejenis yang dipasarkan dengan MLM juga, namun ia yakin dengan kelebihan produk Avail, ia bisa mengalahkan komperitornya tersebut. “Sebetulnya waktu itu ada competitor juga, wah hebat sekali pasarnya di Solo. Tetapi karena harganya cukup tinggi, jadi pangsa pasarnya menengah ke atas semua. Nah Avail ini sebetulnya juga menengah ke atas, tapi dengan kualitas herbalnya yang multi fungsi ini, jadi bisa masuk ke pasaran menengah ke bawah. Itulah salah satu nilai plus avail,” tukas ayah dua anak ini, Laurensia (21) dan Tionardus (19), saat wawancara dengan majalah SUCCESS di scbuah acara di Yogyakarta. Dikutip dari SUCCESS N0 3/TH. IV/MARET 2010